Pura Agung Atau Pura Puseh Desa Tejakula.
Pura Agung atau pura Puseh desa Tejakula adalah sebuah tempat suci yang memegang peranan penting dalam kehidupan spiritual masyarakat Desa Tejakula, Buleleng Bali. Keberadaannya tidak hanya sebagai tempat persembahyangan, tetapi juga sebagai saksi sejarah panjang dan kepercayaan kuno masyarakat Tejakula.
Dua nama Bhatara (Dewa) yang sangat dihormati di Pura Puseh Tejakula adalah Ratu Gede Mutering Jagat dan Bhatara Kunjara Asana. Ratu Gede Mutering Jagat adalah salah satu nama Bhatara yang sering disebut dalam prasasti-prasasti yang dikeluarkan oleh raja-raja Bali kuno yang berkuasa dari abad VIII hingga XIII. Hal ini menunjukkan bahwa pemujaan terhadap Bhatara ini telah berlangsung sejak lama dan memiliki akar yang kuat dalam tradisi keagamaan Bali.
Sementara itu, Bhatara Kunjara Asana diyakini sebagai Bhatara yang bersthana (bersemayam) di Pura Puseh atau Pura Agung Desa Tejakula pada masa lalu. Keyakinan ini didasarkan pada Prasasti Subaya atau Tejakula yang terdiri dari sembilan lembar, yang dikeluarkan oleh Raja Raga Djaya pada tahun 1155 Masehi. Prasasti ini menjadi bukti sejarah yang tak terbantahkan mengenai keberadaan dan pentingnya Pura Puseh Tejakula pada masa lalu.
Hingga saat ini, Pura Puseh Tejakula tetap menjadi pusat kegiatan spiritual masyarakat setempat. Upacara adat dan keagamaan secara rutin diselenggarakan di pura ini, sebagai wujud bakti dan penghormatan kepada para Bhatara serta leluhur. Tradisi tersebut terus dilestarikan dari generasi ke generasi, menjaga keberlangsungan nilai-nilai spiritual dan budaya yang telah diwariskan.
Pura Puseh Tejakula bukan hanya sekadar bangunan fisik, tetapi juga merupakan simbol dari identitas dan jati diri masyarakat Desa Tejakula. Keberadaannya menjadi pengingat akan akar sejarah dan spiritual yang mendalam, serta menjadi sumber inspirasi untuk terus menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Referensi:
- Prasasti yang dikeluarkan oleh Raja-Raja Bali Kuno (Abad VIII - XIII) yang menyebutkan nama Ratu Gede Mutering Jagat.
- Prasasti Subaya atau Tejakula (IX lembar) yang dikeluarkan oleh Raja Raga Djaya (1155 M) yang menyebutkan Bhatara Kunjara Asana.
- Informasi mengenai upacara adat dan keagamaan di Pura Puseh Tejakula (berdasarkan observasi lapangan atau wawancara dengan tokoh masyarakat setempat).
Komentar