Postingan

Menampilkan postingan dari 2024

Piodalan Ngenemang, Tradisi Sakral Di Tejakula Saat Purnama Sasih Kanem.

Piodalan Ngenemang adalah sebutan khas masyarakat Tejakula, Kecamatan Tejakula, Buleleng, untuk memperingati hari suci Piodalan yang jatuh pada Purnama Sasih Kanem atau bulan purnama keenam dalam kalender Saka Bali, yang biasanya bertepatan dengan bulan Desember setiap tahunnya. Bukan sekadar perayaan biasa, tradisi ini menjadi salah satu upacara adat terbesar, paling sakral, dan paling dinanti sepanjang tahun di wilayah Bali Utara ini.   Nama Ngenemang sendiri memiliki arti harfiah “yang ke-enam”, merujuk langsung pada urutan sasih atau bulan keenam dalam penanggalan tradisional Bali. Bagi warga Tejakula, momen ini bukan sekadar serangkaian ibadah, melainkan waktu istimewa untuk memulihkan kembali energi alam, menyampaikan rasa syukur mendalam atas hasil panen dan rezeki yang diterima sepanjang tahun, serta memanjatkan doa bersama demi kesejahteraan, keselamatan, dan kedamaian seluruh warga desa. Upacara ini dilaksanakan secara serentak dan khidmat di pura-pura utama desa, yaitu P...

Keterkaitan Tradisi dan Religiusitas antara Desa Sukawana dan Tejakula

Desa Sukawana (Kintamani-Bangli) dan Tejakula, yang terletak di Bali utara, memiliki hubungan yang erat dari segi tradisi, religiusitas, dan aspek sosiologis. Kedua desa ini saling melengkapi, menciptakan interaksi yang kaya antara komunitasnya. Tradisi di Desa Sukawana dikenal dengan upacara adat yang masih dilestarikan, seperti Ngusaba Dangsil dan Ngusaba Dalem. Dan Piodalan di Sukawana yang memiliki hubungan historis dengan Tejakula adalah di Pura Utus setiap purnama Sasih Ketiga. Di pura puncak Penulisan setiap purnama Sasih Kapat sepuluh tahun sekali dan pura Desa Sukawana setiap purnama Sasih Kelima. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan masyarakat lokal tetapi juga mengundang warga Tejakula untuk berpartisipasi, memperkuat rasa persaudaraan.  Setiap sepuluh tahun, warga Sukawana mengundang warga Tejakula untuk ikut berpartisipasi menggelar upacara bertepatan dengan Piodalan di pura puncak Penulisan. Selain itu juga mengundang seniman dan penari dari Tejakula, untuk menampilkan...

Pura Sekar Desa Tejakula.

Di Desa Pakraman Tejakula, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, berdiri sebuah tempat suci yang memiliki keunikan tiada tara. Namanya Pura Sekar. Berbeda dengan pura-pura lain yang sejarahnya sering terukir di atas batu prasasti. Tapi Pura Sekar tersimpan rapi di dalam lembaran-lembaran naskah kuno dan tradisi lisan yang hidup. Pura ini bukan sekadar tempat ibadah, melainkan sebuah "prasasti hidup" yang menjadi saksi bisu sejarah bahari, percampuran budaya, dan toleransi tinggi yang telah berakar kuat di masyarakat Bali Utara sejak berabad-abad silam.   Terletak di Banjar Dinas Tegal Sumaga, dekat garis pantai utara Bali, Pura Sekar menempati lahan seluas sekitar 16 are. Menurut data tahun 2015, pura ini disungsung oleh 462 kepala keluarga, serta menjadi pusat pemujaan bagi seluruh warga Desa Pakraman Tejakula dan krama Subak Carik Sri Dharma Tirta. Posisi ini menjadikan Pura Sekar sebagai jantung spiritual yang menyatukan kepentingan masyarakat, pertanian, dan kelautan da...

Pura Ratu Gede Sambangan Tejakula.

Gambar
Pura Ratu Gede Sambangan merupakan salah satu pura Dangka yang terletak di desa Pakraman Tejakula, tepatnya di Banjar Dinas Tengah, Tejakula, Buleleng. Pura yang berada di kaki bukit ini bukan hanya menjadi tempat persembahyangan yang penting bagi umat Hindu di sekitarnya, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan kebudayaan yang sangat dihormati oleh masyarakat setempat. Pura ini disungsung oleh sekitar 1300 kepala keluarga, sebagian besar dari mereka berasal dari masyarakat Tejakula. Sebagai pusat spiritual yang penting, pura ini memiliki peran besar dalam kehidupan religius masyarakat desa. Salah satu momen yang sangat dinantikan oleh umat adalah Piodalan, yang jatuh pada setiap Anggarkasih Prangbakat, sebuah perayaan penting yang dirayakan dengan penuh khidmat dan makna. Piodalan di Pura Ratu Gede Sambangan selalu menjadi perayaan yang meriah, dimana selama tiga hari penuh, masyarakat melaksanakan berbagai ritual dan upacara. Salah satu bagian yang paling dinanti adalah pertunjukan T...