Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2026

Sejarah dan Makna Labuh Gentuh di Pura Beji Tejakula

Sejarah dan Makna Labuh Gentuh di Pura Beji Tejakula   Pura Beji di Desa Tejakula merupakan salah satu pura kuno yang sejak zaman dahulu menjadi pusat penghormatan terhadap sumber air dan kesuburan tanah . Sejarahnya berjalan beriringan dengan keberadaan Desa Hiliran/Paminggir (nama lama Tejakula) yang tercatat dalam prasasti Dinasti Warmadewa abad ke-10 hingga Raja Jayapangus abad ke-12, diperkirakan bentuk pura seperti sekarang mulai terbentuk sejak masa kedatangan Danghyang Nirartha abad ke-15–16. Nama "Beji" sendiri bermakna mata air suci atau tempat penyucian, menjadi saksi bahwa masyarakat Tejakula hidup bergantung pada ketersediaan air yang cukup untuk sawah dan kehidupan sehari-hari .   Istilah Labuh Gentuh terdiri dari dua kata: Labuh berarti kedatangan/persembahan, dan Gentuh berarti kesuburan serta kelimpahan hasil bumi. Asal-usul tradisi ini terjalin erat dengan ajaran Sad Kertih (enam unsur kesucian alam) yang tercantum dalam naskah Lontar Dwijendra Tattwa agar m...